Minggu, 19 Mei 2013
Serangan Balik dari Kabau Sirah
Tuesday, 22 May 2012 10:28

BANTUL- Pernyataan manajer Persiba Briyanto Anwari Syarif bahwa ada skenario untuk membuat Semen Padang (SP) juara Indonesian Premier League (IPL) dikecam kubu SP. Kepada Radar Jogja, pelatih SM Suhatman Imam menilai pernyataan Persiba  tersebut kekanak-kanakkan.
Menurutnya, masuknya empat pemain Persiba di Timnas Senior untuk turnamen Al-Nakbah International di Palestina merupakan kesalahan kubu The Reds sendiri. Pasalnya FIFA tidak melarang sebuah klub menarik pemainnya jika timnas yang dibelanya hanya melakoni turnamen maupun laga eksebisi.
’’Kami hanya menggunakan hak kami untuk menarik beberapa pemain. Kalau merasa terlalu banyak yang dipanggil ya jangan lepas lah pemainnya,” ungkap pria yang membawa Semen Padang juara Galatama 1992 ini.
Terkait tuduhan SP menjadi anak emas wasit, Suhatman membantahnya. Bercokolnya SP di puncak klasemen murni karena mereka tampil sangat hebat sepanjang IPL musim ini. Dan itu tidak lepas dari tangan dingin Nil Maizar.’’Ini adalah hasil kerja dari Nil dan saya tinggal melanjutkan. Intinya kami berada di papan atas bukan karena dianakemaskan LPIS. Masya Allah, tega-teganya Persiba mengatakan seperti itu,” ungkap pelatih yang selalu menggunakan kopiah ini.
Briyanto Anwari Syarif menolak jika dirinya disebut menghujat SP. Pernyataannya itu ditujukan kepada LPIS yang dirasa belum profesional menjalankan kompetisi. ’’Kami tak menghujat SP dan LPIS. Hanya saja kami merasa LPIS masih kurang profesional dalam mengelola kompetisi dan mereka memang harus banyak dimaafkan,” tegasnya.
Sementara itu, permintaan Persiba agar LPIS menyesuaikan jadwal dua pertandingan IPL melawan Persema Malang (28/5) dan Persibo Bojonegoro (2/6) serta laga babak ketiga Leg kedua Piala Indonesia (PI) akhirnya dikabulkan. Bedasarkan Surat Nomor: LPIS- 310 / OC-COMP / AH / IPL / V / 2012 , laga menghadapi Persema memang tetap diselenggarakan pada tanggal 28.Namun laga menghadapi Persibo Bojonegoro yang sedianya digelar 2 Juni ditunda hingga 11 juli.
Dengan demikian laga menghadapi Laskar Angling Dharma menjadi pertandingan pamungkas The Reds di IPL musim ini. Untuk laga babak ketiga leg kedua PI menghadapi Perseman, LPIS merubahnya dari tanggal 30 Mei ke 3 Juni.
Menurut Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo, penyesuaian jadwal ini sudah tepat. Pihaknya menerima update terbaru jadwal IPL dan PI kali ini. Terkait laga menghadapi Persibo yang sangat dekat dengan bulan Ramadan, Wikan pun tak mempermasalahkannya. ’’Saya rasa ini sudah sangat ideal. Terima kasih untuk LPIS yang akhirnya mendengarkan keluhan kami,” ujarnya. (nes/din)

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.