|
Monday, 22 April 2013 09:59 |
|
JOGJA - Pelajar dan mahasiswa mendominasi hari kedua cooking class bersama Chef Theo di Ion’s Culinary College. Hampir 70 persen peserta berasal dari lingkungan sekolah dan kampus. Alhasil, suasana memasak pun jadi lebih meriah dan interaktif. Koordinator acara Endah Iswanti mengatakan, berbeda dengan peserta cooking class sesi I yang diadakan pada pukul 09.00 WIB yang diisi ibu rumah tangga dan professional, pada sesi ke- II kebanyakan pesertanya adalah remaja.Meskipun begitu mereka termasuk golongan pengemar kuliner dengan keahlian memasak. “Ya, setidaknya masing- masing dari mereka telah mempunyai basic dasar memasak sebelum mengikuti cooking class,” ujarnya.Selain itu pada sesi terakhir tersebut jumlah peserta yang bergabung ternyata melebihi kuota. “Semula kami menargetkan satu kelas isinya 30 orang. Namun realitanya menjadi 34,” katanya. Saat acara dimulai ada beberapa peserta yang belum mendaftar tertarik dengan acara cooking class bersama chef Theo. Di antaranya anggota kelas memasak dari Ion’s Culinary College dan beberapa saudara yang tadinya hanya menemani akhirnya memutuskan untuk bergabung secara on the spot.(ayu/leg/din) |
|
|
Thursday, 18 April 2013 09:41 |
|
TRIDADI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sleman membuka pendaftaran untuk Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).
|
|
Thursday, 18 April 2013 09:41 |
|
NGAGLIK - Sektor kehutanan masih menggiurkan untuk penyerapan tenaga kerja, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan menyebutkan, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar satu persen saja, sektor kehutanan mampu menyerap sedikitnya 280 ribu tenaga kerja baru."Ini memungkinkan peluang bisnis wirausaha lebih terbuka," ungkap Zulkifli saat mengisi kuliah umum Menjadi Entrepreneur Muda Mandiri Bersahaja di Universitas Islam Indonesia (UII) kemarin (17/4).Menurutnya, peluang bisnis itu tercipta jika kewirausahaan tumbuh dan berkembang. Upaya ini bisa diawali dari lingkungan kampus. Selain kuliah, mahasiswa bisa mengembangkan entrepreneur dengan membuka usaha, apapun jenisnya. Salah satunya adalah pengelolaan hasil hutan.Menurut Zulkifli, pemerintah menyiapkan dana hingga lebih dari Rp 2 triliun yang dikemas dalam program bantuan permodalan melalui Badan Layanan Umum Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU-P2H).Zulkifli meyakinkan potensi usaha bidang kehutanan sangat tinggi dan cerah. Itu berupa keunggulan komparatif berupa sumber daya alam melimpah bagi kelangsungan pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.Inovasi iptek dan sumber daya manusia juga sangat penting dalam pengembangan potensi. Sebab, Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif cukup besar. "Bahkan mengalahkan negara-negara lain," tandasnya.Selain menhut, pemilik Kedai Digital Sugiharto dan owner Waroeng Steak and Shake Jody Brotoseno turut mengisi kuliah umum ini.(yog/din)
|
|
|
Wednesday, 17 April 2013 09:51 |
|
SLEMAN - Universitas Islam Indonesia (UII) mengandeng PT Mansoon Academy dan System Application Product (SAP) Indonesia untuk meluncurkan SAP eAcademy dengan harga mahasiswa (student price) kemarin (16/4).Program tersebut terbuka untuk umum. Tujuannya untuk memperluas kesempatan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan mereka. "Tentu saja dengan budget yang efisien," jelas Director of ERP Competence Center Fakultas Ekonomi UII Primanita Setyono.Student price akan menjadi win-win solution bagi mahasiswa untuk "mencuri start" dalam mempersiapkan karier SAP. Di sisi lain bagi perusahaan, program itu membantu meningkatkan ketersediaan SAP junior konsultan untuk kepentingan bisnis.SAP eAcademy terdiri atas tiga level pembelajaran komprehensif, yakni Fundamental, Business Process, dan Configuration.Pembelajaran diakhiri dengan ujian sertifikasi dari SAP Global. Sertifikat yang dikeluarkan oleh SAP Germany dan berlaku internasional. ’’Di Jerman banyak dibutuhkan konsultan SAP dan sebenarnya Indonesia bisa mengekspor skill worker ke sana," klaim Primanita.Mahasiswi UII yang meraih sertifikat internasional tersebut 28 orang dan lebih dari separonya berkarir sebagai konsultan SAP. Menurut Primanita, sertifikat tersebut berstandar industri, sehingga mahasiswa benar-benar siap kerja setelah lulus kuliah.Managing Director PT Monsoon Academy Academy Abdy Taminsyah berkomitmen mengembangkan sistem pendidikan dengan menciptakan sistem yang efektif dan efisien untuk membantu berbagai pihak dalam ekosistem SAP. Menurut dia, penggunaan SAP terus berkembang. Karena dunia pendidikan tertantang untuk memenuhi kebutuhan itu para konsultan SAP yang handal dengan bekal pendidikan yang memadai dan biaya efisien.(yog/din) |
|
Wednesday, 17 April 2013 09:50 |
|
BANTUL – Pertengahan tahun ini dipastikan sebagian klaim asuransi bagi wisatawan mengalami kenaikan. Itu menyusul adanya kesepakatan antara Pemkab Bantul dengan PT. Jasa Raharja Putra DIJ. Menurut rencana, penandatanganan nota kesepahaman itu akan diteken akhir bulan ini.’’Penandatanganan itu menunggu sepengetahuan bupati terlebih dulu,” terang Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Putra DIJ, Tatag Swasana kemarin (16/4).Sejauh ini PT. Jasa Raharja Putra DIJ telah melakukan komunikasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk menaikkan sebagian klaim asuransi bagi wisatawan yang mengalami kecelakaan di objek pariwisata.’’Ada beberapa pertimbangan dalam kesepakatan itu,” ujarnya.Di antara pertimbangan itu adalah tren kecelakaan di objek pariwisata dalam dua tahun terakhir cenderung menurun. Tahun 2011, misalnya wisatawan yang meninggal dunia tiga orang. Sedangkan pada tahun 2012, satu orang. ’’Yang namanya kecelakaan tidak ada yang tahu. Kami hanya berharap selalu mengalami penurunan,” tandasnya.Nantinya klaim asuransi bagi wisatawan yang meninggal dunia mengalami kenaikan Rp 2 juta. Sehingga klaim asuransinya menjadi Rp 7 juta dari semula sebesar Rp 5 juta. ’’Biaya perawatan berubah menjadi Rp 2,5 juta dari sebelumnya Rp 1 juta,” ungkapnya.Meski demikian, tarif premi di setiap karcis masuk objek pariwisata dipastikan tidak mengalami kenaikan. Yakni tetap Rp 250. ’’Tiket retribusi pariwisata tetap harganya,” tambahnya.Rencana kenaikan klaim asuransi ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. Sekretaris Komisi B DPRD Amir Syarifuddin mengatakan, sudah seharusnya pemkab melakukan berbagai upaya untuk menciptakan rasa aman bagi wisatawan yang melancong di Bantul. ’’Hukumnya wajib bagi pemkab memberikan rasa aman,” katanya.Karena itu, politikus PKS ini mendukung salah satu upaya yang ditempuh pemkab ini.(mbr/din)
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 4 of 82 |