Minggu, 26 Mei 2013
Radar Kedu
Pertaruhan, Laga Lawan PSBI Blitar
Saturday, 04 May 2013 10:24

MAGELANG - Menghadapi laga kandang kedua, PPSM Magelang bertekad tidak kecolongan poin lagi. Pertandingan melawan PSBI Blitar, Minggu sore (5/2) di Stadion Madya Sanden dianggap pertaruhan hidup dan mati. Pertandingan tersebut menjadi harapan untuk meraih poin penuh, setelah kalah empat kali dalam laga awal.“Kami harus raih poin penuh agar bisa mendapat dukungan penuh dari penonton Magelang,” kata Manajer PPSM Susilo SPt kemarin (3/5).Asisten Pelatih PPSM Agus Trijono menganggap PSBI merupakan lawan yang berat. Klub asal Blitar ini mampu unggul 2-0 hingga menit ke-90 saat melawan Persewon Wondama. Memang, akhirnya pertandingan di Stadion Pandan Arang Boyolali tersebut berakhir imbang 2-2 saat injury time.“Kami optimistis bisa memenangkan pertandingan Minggu nanti,” janjinya.Untuk pertandingan Minggu besok, pelatih sudah melakukan perbaikan. Di antaranya, membenahi passing antarlini dan meningkatkan komunikasi antarpemain. Untungnya, trio gelandang, Reza, Sahid, dan Bangun yang dibekap i cidera, sudah siap diturunkan. “Kondisinya membaik. Insya Allah, mereka bisa diturunkan. Semoga pada hari H pertandingan, bener-bener pulih,” imbuh pelatih berlisensi B ini.Menghadapi tim asal Jawa Timur tersebut, gerak langkah PPSM tidak banyak perubahan. Mereka masih memilih pola 3-5-2, seperti saat bertemu Persibangga Purbalingga, PSS Sleman, dan Persekap Kota Pasuruan.(dem/hes)

 
Putusan MA Bawa Angin Segar Dunia Usaha
Friday, 03 May 2013 09:49

PURWOREJO – Angin segar menerpa dunia usaha di Jawa Tengah. Terlebih, usai dieksekusinya tersangka pemalsuan merek Tanaka,  Robertus Toyo SE oleh Kejaksaan Negeri Kebumen Jawa Tengah.

 
Belum Miliki Peraturan Alat Peraga Pemilu
Thursday, 02 May 2013 09:44

MUNGKID - Pemkab Magelang belum mempunyai peraturan khusus yang mengatur tentang penempatan alat peraga kampanye pemilihan gubernur dan wakil Gubernur Jateng 2013. 

 
Kesetaraan Gender lewat Promosi Jabatan
Thursday, 02 May 2013 09:42

PURWOREJO - Cita-cita RA Kartini untuk kesetaraan gender masih sulit direalisasikan. Termasuk di Pemkab Purworejo, kesetaraan gender dalam struktur birokrasi belum banyak dilakukan. Padahal ini bisa dilaksanakan melalui promosi pejabat publik."Kesetaraan gender dalam pembangunan di Purworejo terus didorong. Namun, itu perlu good will dan political will dari pemangku kepentingan," kata Wakil Ketua DPRD Angko Setyarso Widodo kemarin (1/5). Menurut Angko, kecenderungan kesadaran gender sudah mulai mewarnai dunia politik dari level bawah. Contohnya, banyaknya kepala desa perempuan di Purworejo yang dinilai menjadi bukti keterbukaan masyarakat pada peran kaum perempuan di ranah publik."Termasuk dalam dunia politik. Regulasi mewajibkan terpenuhinya kuota 30 persen perempuan. Semestinya, kemajuan ini harus diimbangi kesiapan kualitas SDM perempuan," imbuhnya.Angko melihat penerapan Pemkab Purworejo menerapkan kesetaraan gender dalam struktur birokrasi belum maksimal. Ini bisa dilihat dari jumlah pimpinan SKPD perempuan yang masih minim. "Bisa dihitung dengan jari. Untuk eselon dua, hanya ada satu. Yaitu, Kepala Disperindagkop Dra Suhartini MM," imbuhnya.Karenanya, Angko berharap, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) beserta bupati memikirkan kaderisasi agar birokrat perempuan bisa menduduki jabatan camat. "Purworejo belum ada camat perempuan. Sebagian besar di daerah lain sudah mulai banyak. Saya piker, tidak ada salahnya birokrat perempuan yang kualitasnya benar-benar mumpuni untuk dipromosikan sebagai camat," katanya.(tom/hes)

 
May Day Peringati dengan Baksos
Wednesday, 01 May 2013 09:34

MUNGKID – Memperingati May Day atau hari Buruh Internasional yang jatuh hari ini, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Magelang tidak berencana turun ke jalan. Mereka akan memperingatinya dengan cara lain. Yaitu menggelar bakti sosial dan pelatihan di Magelang.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 60
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.