Rabu, 19 Juni 2013
Kulon Progo & Gunung Kidul
Angin Kencang Robohkan Satu Rumah
Monday, 08 April 2013 11:28

NGAWEN - Hujan disertai angin kencang kembali menerjang Gunungkidul. Satu rumah di Kaliwuluh, Jurangjero, Ngawen rusak berat roboh. Pohon-pohon bertumbangan diterpa angin kencang yang terjadi Sabtu malam (6/4) tersebut.Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, sejak sore hujan mengguyur Desa Jurangjero, Ngawen. Penduduk memilih tinggal di rumah menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jelang magrib, hujan mereda. Namun tidak lama kemudian angin mulai berembus kencang.Sekitar pukul 19.30, suara gemuruh membuat warga di sekitar lokasi dicekam ketakutan. Hanya dalam hitungan menit, rumah milik Tarmino, 40, roboh. Beruntung, saat kejadian korban menyelamatkan diri. Kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba roboh saat angin kencang dan hujan datang.Warga malam itu berusaha melakukan pertolongan, turut membantu evakuasi harta benda milik korban. Akibat peristiwa ini kerugian yang diderita korban ditaksir Rp 15 juta. Karena gelap, gotong royong warga baru dilakukan kemarin dibantu tim SAR Gunungkidul.Sementara itu, di Desa Pengkol, Nglipar sebuah kandang ternak milik Margiyo, warga Gebang, Pengkol, Nglipar ludes dilalap api. Peristiwa berlangsung Minggu dini hari (7/4) sekitar pukul 03.15. Bapak dua anak itu panik mendapati kandang ternak yang berdekatan dengan rumah utama itu dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kerugian ditaksir Rp 5 juta.Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo sudah mengirimkan bantuan kepada korban. Dia mengimbau masyarakat berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras dan angin kencang. (gun/iwa)

 
Kabur, Lari Ke Palembang
Friday, 05 April 2013 09:57

PANGGANG - Seorang tahanan kasus asusila di Polsek Panggang kabur dengan mencebol eternit dan teralis kamar mandi. Tersangka tidak hanya sukses keluar dari jeruji besi, tetapi juga membawa lari motor dan HP yang tersimpan di ruang penyidik reskrim.Tugiman dijebloskan ke sel tahanan polsek pada Kamis (14/3) lantaran mencabuli siswi SMP di Panggang, Sul, 14, warga Jeruken, Girisekar. Namun pada Kamis (21/3) sekitar pukul 02.00, ia menjebol eternit dan kabur.Kapolsek Panggang, AKP Hendra Prastawa menjelaskan, sebelum kejadian, sekitar pukul 01.00 tersangka masih di dalam tahanan. Tetapi sekitar jam 03.00 ketika dicek, tersangka sudah menghilang.Setelah mengetahui tahanan kabur dia mengerahkan anggota melakukan pengejaran. Informasi yang didapat dari keluarga tersangka, Tugiman melarikan diri ke Palembang. “Kamis (27/3) anggota langsung ke Palembang,” terangnya kemarin (4/4).Meski kesulitan memburu tersangka, pengejaran membuahkan hasil. Selama empat hari menelusuri Palembang, Tugiman ditangkap polisi di rumah saudaranya. “Kemudian langsung kami bawa ke Mapolres Gunungkidul,” ungkapnya.Berdasar keterangan pelaku, setelah kabur dari sel melarikan diri ke Solo. Sesampainya di sana, dia memutuskan pergi ke saudaranya di Palembang. Dengan menggadaikan motor senilai Rp 530.000, tersangka sampai di Palembang, Sumatera Selatan. (gun/iwa)

 
Lagi, Panjat Kelapa, Jatuh, Tewas
Friday, 05 April 2013 09:54

PENGASIH - Diduga terpeleset karena tidak kuat berpegangan pada pohon kelapa, seorang kakek tewas terjatuh di Dusun Gegunung, Sendangsari, Pengasih, kemarin petang (3/4). Korban bernama Harjo Suwito, 55, petani warga Dusun Gegunung, Sendangsari, Pengasih.Peristiwa berawal ketika korban hendak memetik kelapa yang berada di areal persawahan yang tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 16.00. Seperti biasa, korban langsung memanjat pohon tanpa menggunakan tali pengaman. Diduga tangan serta kaki korban tidak kuat berpegangan, korban terpeleset dan terjatuh hingga tidak sadarkan diri. Kelapa yang dipetik, rencananya akan digunakan untuk ubarampe dalam acara wiwit panen padi.Peristiwa tersebut diketahui tetangga korban lalu dilaporkan pada warga setempat untuk memberi pertolongan. Kejadian itu kemudian dilaporkan pada petugas Polsek Pengasih untuk dievakuasi."Mengetahui Pak Harjo tidak sadarkan diri, kami segera membawanya ke rumah sakit," kata Jumput, 50, warga setempat kepada polisi, kemarin (4/4).Nyawa korban tidak tertolong saat warga berusaha melarikan korban ke RSUD Wates. Dari hasil pemeriksaan diketahui korban mengalami patah tulang punggung.Kasubag Humas Polres Kulonprogo AKP Kaswadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui peristiwa tersebut murni kecelakaan. Didukung keterangan saksi serta tidak adanya tanda penganiayaan pada tubuh korban.Peristiwa nahas yang menimpa Harjo Suwito mendapat perhatian dari Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Dia melayat ke rumah duka. Selain memberi dukungan moral kepada keluarga, bupati memberi bantuan Rp 2 juta berasal dari BAZDA Kabupaten yang diterima Jeminah, istri korban.“Kami dari pemkab dan atas nama para PNS turut bela sungkawa dan ikut prihatin, semoga khusnul khotimah,” kata Hasto saat memberikan bantuan. (asa/iwa)

 
Dijanjikan DPU, Semua Jalan Rusak Diperbaiki
Thursday, 04 April 2013 10:03

WONOSARI - Harapan warga Gunungkidul menikmati jalan hotmix mulus secara merata bakal terwujud. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat memastikan anggaran pengerjaan jalan ini sudah diproses.“April ini sudah masuk tahap lelang.

 
Hirup Gas Beracun, 2 Penggali Sumur Tewas
Thursday, 04 April 2013 10:00

NGLIPAR - Dua warga Katongan, Nglipar Andi Pinoleh, 30, dan Winarto, 28, tewas menghirup gas beracun saat menggali sumur, kemarin siang (3/4). Peristiwa terjadi di Pedukuhan Prebutan, Katongan, Nglipar.Kejadian bermula saat pemilik sumur, Suyadi berniat memperdalam sumur. Dia meminta tolong empat warga Katongan. Masing-masing Andi, Winarto, Sunarmin dan Herman.Andi, dengan membawa mesin pemompa air masuk ke sumur sedalam delapan meter. Sebelum digali, genangan air di sumur akan disedot dahulu.Saksi Warsiyo menjelaskan, setelah pompa air dinyalakan Andi mengeluh tak bisa bernapas. “Diduga gas buang pompa air mengandung racun,” kata Warsiyo.Lalu Winarto berusaha menolong dengan menuruni sumur. Sial, tali pegangan putus. Winarto jatuh ke dasar sumur. Melihat keduanya dalam bahaya, rekannya berupaya menolong korban. Dengan peralatan seadanya, korban Winarto berhasil diangkat.“Setelah diangkat, Winarto dilarikan ke RSUD Wonosari. Tapi nyawaanya tidak dapat tertolong. Ketiga temannya yang menolong juga mendapat perawatan di RSUD karena lemas,” ungkapnya.Sementara Andi belum diketahui kondisinya. Regu penolong baru datang sekitar tiga jam setelah kejadian. Korban berhasil diangkat, namun sudah tewas. Tangis keluarga korban pecah ketika jenazah Andi keluar dari sumur mematikan itu.Kapolsek Nglipar, AKP Agus Sunarno sementara ini menyimpulkan, peristiwa nahas yang menimpa ke dua korban murni kecelakaan. “Diduga kuat kedua korban tewas karena menghirup gas beracun yang dikeluarkan dari mesin pemompa air,” terangnya.Dia mengimbau masyarakat berhati-hati ketika menguras sumur menggunakan pompa air. Sebaiknya menguras air sumur mesin pemompa tidak perlu dimasukkan sumur karena gas buangnya beracun. (gun)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 8 of 156
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.